![]() |
| As’ad Fauzuddin Khunaifi saat memaparkan materi public speaking dalam Pembekalan Calon Penegak Laksana (PCL) Prasman1m di Masjid Rahmatan lil Alamin, Dusun Bulu, Desa Tugu, Mantup, Sabtu (1/8/2026). |
MANTUP - Pimpinan Konsolidosa, As’ad Fauzuddin Khunaifi, memberikan pembekalan materi public speaking kepada calon Penegak Laksana (PCL) Pramuka SMA Negeri 1 Mantup atau Prasman1m, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan pembekalan calon Penegak Laksana tersebut berlangsung di Masjid Rahmatan lil Alamin, Dusun Bulu, Desa Tugu, Kecamatan Mantup. As’ad yang merupakan Purna Pemangku Adat Prasman1m 2020 menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.
Dalam pemaparannya, As’ad membagikan pengalaman mengenai public speaking, khususnya pengalaman yang ia dapatkan melalui kegiatan Pramuka. Ia menyebut, pengalaman di Pramuka menjadi salah satu proses yang membentuk dan menempa kemampuan dirinya dalam berbicara hingga saat ini.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan kepramukaannya sebelum terlibat dalam berbagai aktivitas organisasi dan kepemudaan.
Ia menjelaskan, public speaking tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara di depan banyak orang. Kemampuan tersebut juga dibutuhkan dalam berbagai aktivitas organisasi, termasuk ketika mengikuti ruang-ruang diskusi dan rapat.
“Public speaking bukan hanya kita berbicara di depan umum, seperti saat ini. Di ruang-ruang diskusi dan rapat yang adik-adik lakukan, itu juga perlu kemampuan tersebut,” jelas Pramuka Penegak Garuda Kwartir Cabang (Kwarcab) Lamongan 2022 tersebut.
As’ad juga menekankan bahwa kemampuan public speaking bukan semata-mata bakat yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut dapat dibangun melalui latihan dan pengalaman yang dilakukan secara berulang.
Ia mengingatkan peserta agar tidak menganggap orang yang sudah mahir berbicara di depan umum selalu langsung mampu sejak awal. Menurutnya, mereka juga melalui proses latihan berkali-kali dan pernah merasakan kegugupan.
“Ini bukan bakat dari lahir, tapi dari latihan. Orang yang jago public speaking jangan dikira langsung bisa. Mereka ditempa berkali-kali dan rasa grogi itu pasti juga ada. Itu wajar. Jadikanlah itu pembelajaran,” tutur As’ad.
Untuk memberikan pengalaman praktik kepada peserta, As’ad kemudian membentuk kelompok-kelompok kecil. Peserta diberi kesempatan untuk berlatih berbicara dalam kelompok tersebut sebelum mencoba tampil di hadapan kelompok yang lebih besar.
Praktik dalam kelompok kecil menjadi bagian dari proses pembelajaran agar peserta berani mencoba dan terbiasa berbicara. Dengan latihan secara bertahap, calon Penegak Laksana diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan public speaking.
Pembekalan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses persiapan calon Penegak Laksana Prasman1m. Pengalaman dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menjalani proses kepramukaan maupun aktivitas organisasi di kemudian hari.
#M. Afif Fakhruddin
