As'ad Fauzuddin Khunaifi saat pemaparan materi pada diklat IPM SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang |
NGIMBANG, LAMONGAN‒ As’ad Fauzuddin Khunaifi menjadi pemateri Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang, Sabtu malam (26/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, selepas Isya. As’ad menyampaikan materi Ke-IPM-an dan Manajemen Organisasi kepada peserta Diklat yang dipersiapkan menjadi bekal pimpinan ranting.
As’ad hadir dengan status Demisioner Sekretaris Umum Pimpinan Daerah (PD) IPM Lamongan periode 2023-2026. Sebelum kegiatan, ia telah menyampaikan kepada pihak pengundang bahwa dirinya sudah demisioner dan menyarankan agar materi diisi oleh pimpinan IPM yang baru. Namun, pihak pengundang tetap meminta As’ad untuk hadir sebagai pemateri.
Saat membuka penyampaian materi, As’ad kembali menyinggung statusnya yang sudah demisioner. Ia menyampaikan hal tersebut sembari mencairkan suasana sebelum masuk pada pembahasan Ke-IPM-an dan manajemen organisasi.
“Sebenarnya saya ini sudah demisioner. Seharusnya saya kurang berkenan dengan undangan ini, karena sekarang ini sudah waktunya, dan panggungnya adalah milik pimpinan yang baru. Tapi ya mau bagaimana lagi, rasanya sungkan juga untuk menolak kalau sudah diminta teman-teman untuk ngisi materi Ke-IPM-an,” ujar As’ad.
Setelah itu, As’ad mengarahkan pembahasan pada pentingnya pemahaman Ke-IPM-an dan manajemen organisasi bagi calon pimpinan. Ia menekankan bahwa materi tersebut tidak cukup dipahami sebagai teori, tetapi perlu diterapkan dalam menjalankan organisasi.
Di hadapan peserta, As’ad kemudian memberikan penekanan mengenai posisi pimpinan dalam organisasi. Menurutnya, pimpinan IPM memiliki tanggung jawab untuk mencerminkan nilai dan karakter kader.
“Menjadi pimpinan IPM itu hakikatnya adalah menjadi cermin. Kalian harus sadar bahwa pimpinan adalah cerminan dari kader IPM itu sendiri, dan sekaligus representasi nyata dari wajah kader Muhammadiyah di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Menurut As’ad, sikap pimpinan akan turut membentuk pandangan terhadap IPM di lingkungan sekolah. Karena itu, pimpinan perlu menjaga sikap, moralitas, tanggung jawab, dan etos kerja dalam menjalankan amanah organisasi.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. As’ad mengajak peserta memahami materi Ke-IPM-an dan manajemen organisasi melalui situasi yang dapat mereka hadapi saat menjalankan tugas sebagai pimpinan.
Diklat tersebut menjadi bagian dari pembekalan peserta sebelum menjalankan amanah kepemimpinan di tingkat ranting. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang IPM sekaligus pengelolaan organisasi.
#M. Afif Fakhruddin