![]() |
| Formatur terpilih Musyda XX IPM Lamongan untuk periode 2026-2028 |
BRONDONG-Musyawarah Daerah (Musyda) XX Ikatan
Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lamongan memasuki salah satu tahapan paling
menentukan pada Ahad (13/9/2026). Setelah
rangkaian persidangan dan proses pencalonan, pemilihan formatur berlangsung
melalui e-vote di Aula KH Zahri SMA Muhammadiyah 9 Sedayulawas, Brondong.
Dari proses tersebut,
sembilan nama memperoleh mandat suara untuk menjadi formatur periode 2026-2028.
Mereka datang dari latar belakang cabang, ranting, pendidikan, dan pengalaman
organisasi yang berbeda.
Khoirur Rozikin
menjadi peraih suara terbanyak dengan 273 suara. Muhammad Dani Fathurrohman
menyusul dengan 268 suara, kemudian Abdullah Fatih Fawwaz memperoleh 245 suara.
Selanjutnya, Muhammad
Allam Imaduddin Zaki meraih 225 suara. Nurul Hidayati memperoleh 221 suara,
sedangkan Moh. Faizal Muttaqin mendapatkan 212 suara.
Ainun Ethika
Rifnida Susanti memperoleh 188 suara. Dua nama terakhir, Riyanto dan Rizqi
Farid Al-Husni, sama-sama mendapatkan 185 suara.
Namun, Musyda
tidak berhenti pada urutan perolehan suara.
Sembilan nama
tersebut kemudian masuk dalam sidang formatur untuk menentukan susunan
kepemimpinan PD IPM Lamongan periode 2026-2028. Forum itu menetapkan Rizqi
Farid Al-Husni sebagai Ketua Umum, Riyanto sebagai Sekretaris Umum, dan
Muhammad Dani Fathurrohman sebagai Bendahara Umum.
Dengan demikian, hasil
e-vote dan hasil sidang formatur menghadirkan dua lapis cerita. E-vote
menentukan sembilan orang yang memperoleh mandat sebagai formatur. Sementara
sidang formatur menentukan siapa yang mengemban posisi utama dalam kepemimpinan
daerah.
Dari Sedayulawas hingga Yogyakarta
Khoirur Rozikin
menjadi nama pertama dalam daftar formatur. Ia memperoleh 273 suara, sekaligus
menjadi peraih suara terbanyak dalam Musyda XX.
Kader asal
Sedayulawas, Brondong, tersebut tumbuh melalui lingkungan pendidikan
Muhammadiyah. Ia pernah memimpin PR IPM SMP Muhammadiyah 15 Sedayulawas dan PR
IPM SMA Muhammadiyah 9 Sedayulawas.
Perjalanannya kemudian
berlanjut di PC IPM Brondong. Rozikin dipercaya menangani perkaderan sebelum
masuk ke tingkat daerah sebagai Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik PD
IPM Lamongan.
Kini ia menempuh
pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Jarak Yogyakarta-Lamongan tidak
menghapus jejak panjangnya dalam perkaderan IPM.
Rozikin juga
memiliki pengalaman di luar organisasi pelajar. Ia pernah meraih prestasi dalam
pencak silat dan mengikuti berbagai kegiatan perkaderan serta dakwah.
Dani dan Tradisi Perkaderan Babat
Muhammad Dani
Fathurrohman memperoleh 268 suara. Kader Gendongkulon, Babat, ini juga memiliki
perjalanan panjang dari ranting hingga cabang.
Dani pernah menjadi
Ketua Bidang Advokasi PR IPM SMP Muhammadiyah 1 Babat. Ketika berproses di SMK
Muhammadiyah 5 Babat, ia mengambil peran dalam bidang perkaderan.
Pengalaman tersebut
membawanya ke PC IPM Babat. Ia pernah menjadi Sekretaris Bidang Advokasi dan
kemudian Ketua Bidang Perkaderan.
Selain IPM, Dani aktif
di IMM. Ia pernah menjadi
Sekretaris Umum PK IMM Yustisia UMSURA.
Menariknya,
aktivitas Dani tidak berhenti pada organisasi. Ia juga menekuni kepenulisan.
Sejumlah artikel, karya ilmiah hukum, buku kumpulan cerpen, hingga gagasan
aplikasi digital tercatat dalam perjalanan intelektualnya.
Mandat 268 suara
kemudian membawanya menjadi bagian dari tiga posisi utama. Sidang formatur menetapkan Dani sebagai
Bendahara Umum PD IPM Lamongan periode 2026-2028.
Teknologi dan Media di Tangan Fatih
Abdullah Fatih Fawwaz
memperoleh 245 suara. Ia menjadi salah satu wajah kader yang berkembang melalui
dunia teknologi dan media.
Fatih pernah memimpin
PR IPM SMK Muhammadiyah 1 Lamongan. Setelah itu, ia berproses di PC IPM
Lamongan Kota melalui bidang teknologi informasi.
Pada 2025, ia
dipercaya sebagai Direktur Lembaga Media PD IPM Lamongan. Pengalaman tersebut
menjadi modal penting dalam menghadapi organisasi pelajar yang semakin dekat
dengan perkembangan teknologi digital.
Saat ini Fawwaz juga
menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya. Ia aktif dalam organisasi mahasiswa dan tercatat
sebagai bagian dari organisasi eksekutif mahasiswa di kampus.
Allam dan Jejak Karangasem
Muhammad Allam
Imaduddin Zaki memperoleh 225 suara. Kader asal Jetak, Paciran, tersebut
memiliki pengalaman kepemimpinan sejak tingkat pelajar.
Ia pernah menjadi
Wakil Ketua Umum dan Ketua Umum PR IPM MTs Muhammadiyah 02 Karangasem. Setelah
itu, ia kembali mengambil peran dalam perkaderan dan kepemimpinan di MA
Muhammadiyah 01 Karangasem.
Di PC IPM
Paciran, Allam dipercaya sebagai Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam. Perjalanan
tersebut berjalan beriringan dengan aktivitasnya di Hizbul Wathan, pesantren,
IMM, dan organisasi mahasiswa.
Saat ini, ia
menempuh pendidikan S1 Teknik Industri di Universitas Muhammadiyah Malang.
Hilda, Kader Perempuan dari Weru
Nurul Hidayati
memperoleh 221 suara. Kader Weru, Paciran, ini menjadi salah satu representasi
kader perempuan dalam jajaran sembilan formatur.
Perjalanan
organisasinya dimulai dari PR IPM MA Muhammadiyah 05 Weru. Ia pernah menjadi
Sekretaris Umum sebelum kemudian dipercaya sebagai Ketua Umum.
Di PC IPM
Paciran, Hilda menjalankan sejumlah amanah. Ia pernah menjadi Sekretaris Bidang
KDI dan Bendahara Umum.
Aktivitasnya
berlanjut di dunia mahasiswa. Nurul
aktif di HMP PBI UIN Sunan Ampel Surabaya dan IMM Al-Farabi. Pada 2026, ia
dipercaya sebagai Ketua Umum HMP PBI UINSA.
Pengalamannya juga
meluas hingga kegiatan internasional melalui International Community Engagement
di Thailand.
Faizal dan Pengalaman Memimpin Paciran
Moh. Faizal Muttaqin
memperoleh 212 suara. Kader asal Campurejo, Panceng, Gresik, ini memiliki
pengalaman kepemimpinan yang cukup kuat di Paciran.
Ia pernah menjadi
Wakil Bendahara dan Ketua Umum PR IPM MA Muhammadiyah 01 Karangasem. Setelah
itu, ia berproses di PC IPM Paciran hingga dipercaya sebagai Ketua Umum pada
2023-2025.
Di luar IPM,
Faizal aktif dalam organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Pengalamannya
mencakup OPPKM Paciran, Jami'atul Quro' Karangasem, Pemuda Muhammadiyah, hingga
Karang Taruna.
Pengalaman tersebut
membuat Faizal membawa perspektif organisasi yang tidak hanya lahir dari ruang
persidangan IPM.
Tika dan Jalan Panjang Sekretariat
Ainun Ethika
Rifnida Susanti memperoleh 188 suara. Kader Sugihan, Solokuro, ini menjalani
perjalanan organisasi dari bidang perkaderan hingga sekretariat pimpinan
cabang.
Ia pernah menjadi
Anggota Bidang Perkaderan PC IPM Solokuro. Setelah itu, Tika menjalankan amanah
sebagai bendahara sebelum dipercaya menjadi Sekretaris Umum PC IPM Solokuro.
Pada saat yang
sama, ia melanjutkan pendidikan di STIT Muhammadiyah Paciran. Ia juga aktif di
IMM dan pernah menjadi Sekretaris Umum PK IMM STIT Muhammadiyah Paciran.
Perjalanannya
menunjukkan bahwa pengalaman administratif dan kesekretariatan juga menjadi
bagian penting dalam proses kaderisasi kepemimpinan.
Riyanto, Dari Lamongan Kota ke Panggung Daerah
Riyanto
memperoleh 185 suara. Ia memiliki pengalaman memimpin PC IPM Lamongan Kota pada
periode 2023-2025.
Sebelumnya, Riyanto
berproses di PR IPM MTs Muhammadiyah 15 Lamongan dan PR IPM MAM 9 Lamongan. Ia
kemudian mendapatkan amanah di tingkat daerah sebagai Ketua Bidang Organisasi
PD IPM Lamongan.
Di luar IPM,
aktivitasnya berlanjut di Universitas Muhammadiyah Lamongan. Ia pernah menjadi
Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi K3 dan Wakil Gubernur BEM Fakultas Ilmu
Kesehatan UMLA.
Sidang formatur
kemudian mempercayakan posisi Sekretaris Umum kepadanya. Pengalaman organisasi
dan kemahasiswaan tersebut menjadi bagian dari bekal untuk menjalankan amanah
baru.
Rifal, Peraih 185 Suara yang Menjadi Ketua Umum
Rizqi Farid Al-Husni
juga memperoleh 185 suara. Angka
tersebut menempatkannya bersama Riyanto pada posisi terbawah dalam urutan
perolehan suara sembilan formatur.
Namun, urutan
suara bukanlah penentu langsung posisi Ketua Umum.
Sidang formatur
kemudian menetapkan Rizqi sebagai Ketua Umum PD IPM Lamongan periode 2026-2028.
Rifal berasal dari
Sedayulawas, Brondong. Ia tumbuh melalui proses perkaderan IPM di SMP
Muhammadiyah 25 Paciran dan MA Muhammadiyah 02 Paciran.
Ia pernah menjadi
Ketua Umum PR IPM SMP Muhammadiyah 25 Paciran dan Ketua Umum PR IPM MA
Muhammadiyah 02 Paciran. Setelah
itu, ia menjalankan amanah sebagai Ketua Bidang Organisasi PC IPM Paciran.
Rifal juga pernah
menjadi Anggota Bidang Perkaderan PD IPM Lamongan. Di lingkungan mahasiswa, ia aktif di IMM
Ushuluddin dan Filsafat UINSA serta HMP Aqidah Filsafat Islam UINSA.
Kini, pengalaman
tersebut membawanya ke posisi tertinggi dalam kepemimpinan PD IPM Lamongan.
Tiga Nama di Puncak Kepemimpinan
Dari sembilan
formatur, tiga nama mendapatkan amanah khusus dalam sidang formatur.
Rizqi Farid
Al-Husni menjadi Ketua Umum. Riyanto menjadi Sekretaris Umum. Sementara Muhammad
Dani Fathurrohman menjadi Bendahara Umum PD IPM Lamongan periode 2026-2028.
Ketiganya datang
dengan latar perjalanan yang berbeda. Rifal membawa pengalaman kepemimpinan
ranting dan cabang. Riyanto membawa pengalaman organisasi daerah dan
kemahasiswaan. Dani membawa pengalaman perkaderan sekaligus aktivitas
intelektual dan kepenulisan.
Namun, kepemimpinan PD
IPM Lamongan tidak hanya berada di tangan tiga nama tersebut.
Sembilan formatur
tetap menjadi bagian dari satu kesatuan kepemimpinan yang akan menentukan arah
gerakan selama dua tahun ke depan. Mereka berasal dari pengalaman yang berbeda,
tetapi kini bertemu dalam satu mandat organisasi.
Musyda XX
akhirnya tidak sekadar menghasilkan siapa yang mendapatkan suara terbanyak.
Musyda juga mempertemukan sembilan pengalaman kader dalam satu babak baru
perjalanan IPM Lamongan.
Periode 2026-2028 pun dimulai dengan sembilan nama tersebut sebagai formatur dan tiga nama sebagai pucuk pimpinan utama. Setelah forum berakhir, tantangan sebenarnya justru dimulai: bagaimana mandat Musyda diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang terasa sampai ke ranting dan cabang.
#As’ad Fauzuddin Khunaifi
