![]() |
| As'ad Fauzuddin Khunaifi saat memberikan sambutan (PK IMM Allende) |
Dalam kegiatan tersebut, As’ad hadir mewakili PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya sebagai Anggota Bidang Hukum dan HAM sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan acara bersama peserta dan masyarakat.
Bakti sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Idul Adha IMM se-Surabaya yang dilaksanakan serentak di 13 titik di Jawa Timur. Pelaksanaannya digerakkan oleh komisariat dan koordinator komisariat IMM se-Surabaya yang tersebar di sejumlah daerah, mulai Surabaya, Gresik, Mojokerto, Lamongan, Jombang, hingga Tuban.
Kegiatan di Desa Songowareng menjadi salah satu titik pengabdian yang menghadirkan kader mahasiswa untuk terjun langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial, pemberdayaan, dan pembelajaran bersama warga.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Wakil Ketua PDM Lamongan Siswanto, S.Sos., Ketua PDA Lamongan Diyana Mufidati, S.Ag., S.Pd., Ketua PCM Bluluk Aris Setiawan, S.T.P., Kepala Desa Songowareng Adi Wibowo, Ketua PRM Songowareng Sukisno, S.T., Ketua Umum PK IMM Allende Abyan Dzakwan, serta perwakilan Koorkom IMM UMSURA Takdir Auladi.
Dalam sambutannya, As’ad mengajak peserta memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai perayaan tahunan, tetapi juga sebagai momentum meneladani nilai pengorbanan dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Menurutnya, Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan, ketaatan, dan kesediaan berkorban demi sesuatu yang lebih besar.
“Asal muasal Idul Adha berangkat dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Dari sana kita belajar tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan. Maka bakti sosial ini juga bagian dari ikhtiar memaknai pengorbanan itu dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjalanan kader dari Surabaya menuju Desa Songowareng juga merupakan bentuk pengorbanan yang sederhana namun bermakna. Meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk hadir bersama masyarakat adalah bagian dari nilai pengabdian yang perlu dijaga oleh kader IMM.
“Datang dari Surabaya menuju desa tentu menghadirkan pengalaman yang berbeda. Kondisi kampus dan kondisi masyarakat tidak selalu sama. Apa yang didapat di kampus bisa dibawa dan bermanfaat di sini, begitu pula sebaliknya, kita belajar langsung dari masyarakat,” lanjutnya.
Bagi As’ad, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi ruang belajar yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas. Dari masyarakat, kader belajar memahami realitas kehidupan secara langsung, membangun empati, serta menguatkan nilai humanitas dan kemasyarakatan yang menjadi bagian dari trilogi dan tri kompetensi dasar IMM.
Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Di tengah sambutan, Siswanto dan Diyana Mufidati sempat melontarkan candaan saat menyambut kehadiran As’ad. Keduanya menyinggung bahwa biasanya bertemu As’ad dalam aktivitas organisasi pelajar dengan atribut kuning khas IPM Lamongan. Namun kali ini hadir dengan identitas berbeda bersama IMM di Surabaya.
“Biasanya bertemu Mas As’ad dengan baju kuning IPM, sekarang dengan baju yang berbeda,” seloroh mereka yang disambut tawa peserta.
Menanggapi hal itu, As’ad menyampaikan bahwa perjalanan kader Muhammadiyah terus berlanjut dalam jenjang gerakan yang berbeda.
“Kalau di Lamongan ber-IPM, maka di Surabaya ber-IMM. Tempatnya berbeda, tetapi semangat gerakan dan pengabdiannya tetap sama,” katanya.
![]() |
| Foto Bersama seusai pembukaan (PK IMM Allende) |
Sementara itu, Siswanto dalam sambutannya menekankan pentingnya menghadirkan manfaat dari setiap kegiatan pengabdian masyarakat. Ia mengenang kegiatan bakti sosial di Desa Songowareng beberapa tahun lalu yang menurutnya meninggalkan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap kehadiran kader Muhammadiyah di tengah masyarakat harus mampu meninggalkan jejak kebermanfaatan, bukan sekadar datang dan melaksanakan kegiatan lalu selesai.
Melalui kegiatan ini, PK IMM Allende berharap bakti sosial Idul Adha tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi kader untuk bertumbuh bersama masyarakat, memperkuat nilai pengabdian, serta menghadirkan manfaat nyata bagi warga Desa Songowareng.
#Admin AFK


Komentar
Posting Komentar