![]() |
| As'ad F. Khunaifi Pembukaan Pelatihan Digital & Kepenulisan PC IPM Lamongan Kota (Dok. PC IPM Lamongan Kota) |
LAMONGAN – Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Lamongan, As'ad Fauzuddin Khunaifi, mengajak kader IPM untuk tidak hanya menjadi pelaku berbagai kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi penulis sejarahnya. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Digital dan Kepenulisan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang (PC) IPM Lamongan Kota di SMK Muhammadiyah 1 Lamongan, Sabtu (27/6/2026) pukul 10.00 WIB.
Pelatihan yang diikuti kader IPM se-Cabang Lamongan Kota itu menjadi ruang pembelajaran mengenai literasi digital, kepenulisan, serta pengelolaan media organisasi. Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kepala SMK Muhammadiyah 1 Lamongan, Afnan Nurdin, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, As'ad menegaskan bahwa setiap kegiatan organisasi memiliki nilai yang akan hilang apabila tidak didokumentasikan. Menurutnya, banyak organisasi mampu menyelenggarakan program dengan baik, tetapi gagal meninggalkan jejak karena tidak membiasakan diri menulis.
Ia mengingatkan bahwa generasi hari ini dapat mengenal perjuangan K.H. Ahmad Dahlan maupun sejarah berdirinya Ikatan Pelajar Muhammadiyah karena ada orang-orang yang mencatat dan merawat setiap peristiwa melalui tulisan.
"Kita bisa mengetahui perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dan sejarah berdirinya IPM karena ada orang-orang terdahulu yang merawat ingatan melalui tulisan. Jika hari ini kita membuat kegiatan yang luar biasa tetapi tidak ada satu pun tulisan yang mendokumentasikannya, maka sepuluh atau dua puluh tahun lagi kegiatan itu bisa saja akan dianggap tidak pernah ada," ujarnya.
Menurutnya, menulis bukan sekadar keterampilan jurnalistik, melainkan bagian dari tanggung jawab kader dalam menjaga memori kolektif organisasi. Tulisan menjadi jembatan yang menghubungkan perjuangan satu generasi dengan generasi berikutnya.
Karena itu, ia mendorong peserta memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai langkah awal membangun budaya literasi di lingkungan IPM. Kemampuan mengelola media, menyusun berita, dan mendokumentasikan kegiatan perlu menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika ada perlombaan atau kebutuhan administrasi.
"Sejarah jika tidak ditulis, ia tidak akan memiliki makna apa pun untuk generasi mendatang. Tulislah dan jadilah bagian dari sejarah, jangan hanya menjadi penonton yang menyaksikan sejarah orang lain," tegasnya.
Pelatihan Digital dan Kepenulisan berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026. Selain mendapatkan materi mengenai media digital dan kepenulisan, peserta juga mengikuti praktik sebagai bekal untuk mengelola publikasi organisasi secara mandiri.
Melalui kegiatan tersebut, PC IPM Lamongan Kota berharap lahir kader-kader yang tidak hanya aktif menggerakkan organisasi, tetapi juga mampu mendokumentasikan setiap proses perjuangan. Dengan demikian, setiap gagasan, karya, dan gerakan IPM dapat terus hidup, dipelajari, dan menginspirasi generasi berikutnya.
#M. Afif Fakhruddin #Admin AFK
