Berita Opini Refleksi Edukasi Lensa Pustaka
• Buku Pedoman • Format Surat • Logo IPM • Materi
Jejak Tentang As'ad Tentang Portal

Tekan Enter untuk mencari

Penantian Panjang Menuju Tanah Suci

|
April 29, 2026 Admin AFK

 

Jamaah Calon Haji Desa Sidomulyo (Dok/As'ad Fauzuddin Khunaifi)

LAMONGAN- Rabu, 29 April 2026 menjadi hari yang penuh haru bagi keluarga kami. Hari itu saya mengantarkan nenek saya, Mbah Jumilah untuk berangkat menunaikan ibadah haji.

Penantian panjang setelah mendaftar sejak tahun 2012 akhirnya sampai pada waktunya. Sebenarnya beliau dijadwalkan berangkat tahun 2023, namun pandemi Covid-19 membuat keberangkatan tertunda. Tahun lalu pun sebenarnya sudah ada kesempatan berangkat, tetapi karena suatu hal akhirnya baru bisa terlaksana tahun ini. Dari situ saya semakin merasa bahwa panggilan haji memang benar-benar menjadi rahasia Allah SWT.

Dari Desa Sidomulyo sendiri ada delapan orang yang berangkat. Di antaranya Pak Ali Sajidin beserta istri dan ibu mertuanya. Sebenarnya yang dijadwalkan berangkat adalah bapak mertuanya, namun karena telah lebih dahulu wafat dan dipanggil Allah SWT, akhirnya keberangkatan digantikan. Begitu juga Bu Sriani yang harus berangkat sendiri karena suaminya telah wafat lebih dahulu pada tahun 2015.

Momen-momen seperti ini membuat saya sadar bahwa ibadah haji bukan hanya tentang kemampuan fisik, mental, maupun finansial sebagaimana syarat istitha’ah dalam Islam. Lebih dari itu, ada rahasia tentang siapa yang benar-benar dipanggil untuk menjadi tamu Allah.

Sebagian besar jamaah calon haji asal Sidomulyo tahun ini berangkat dengan bimbingan KBIHU Al Mabrur pimpinan K.H. Warto Habib, S.Pd.I. dari Pondok Pesantren Nurur Rohmah. Sebelum keberangkatan, seluruh jamaah terlebih dahulu dikumpulkan di Masjid Nurul Huda Sidomulyo untuk melaksanakan salat safar bersama.

Suasana pagi itu terasa berbeda. K.H. Abdul Jalil Umar, S.H., M.Pd. selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda turut memberikan ceramah singkat sebelum keberangkatan di halaman Masjid Nurul Huda. Hadir pula Kepala Desa Sidomulyo Drs. H. Shoib beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.

Tangis para pengantar pun pecah di beberapa sudut. Bukan hanya keluarga dan warga sekitar, para santri Pondok Pesantren Nurul Huda juga turut bersalaman dan mendoakan jamaah calon haji setelah ceramah singkat selesai. Banyak yang tampak menangis haru saat melepas keberangkatan jamaah.

Di antara suasana itu, ada yang berharap suatu saat juga mendapat panggilan ke Tanah Suci. Ada pula yang kembali teringat keluarga mereka yang telah lebih dahulu dipanggil Allah SWT sebelum sempat menunaikan ibadah haji.

Kurang lebih 50 mobil pengiring terparkir di bahu Jalan Ngaglik Sidomulyo, menunjukkan besarnya antusias sekaligus doa yang mengiringi perjalanan mereka.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kompleks SMK Thoriqul Ulum di Made, Lamongan, sebagai titik kumpul jamaah calon haji KBIHU Al Mabrur. Ada hal yang cukup saya rasakan pagi itu. Sejak pagi hujan turun cukup deras, namun sesaat sebelum berangkat dari rumah menuju Sidomulyo, hujan perlahan reda. Seolah perjalanan pagi itu benar-benar diberi kelancaran.

Kami keluarga hanya mengantarkan sampai SMK Thoriqul Ulum. Setelah itu, para jamaah calon haji melanjutkan perjalanan menuju Alun-Alun Lamongan untuk dilepas secara resmi oleh Bupati Lamongan sebelum diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Di tengah perjalanan pulang, saya kembali berpikir bahwa haji memang bukan sekadar soal daftar dan menunggu giliran. Ada banyak cerita, kesabaran, penantian, bahkan kehilangan yang menyertainya. Dan pada akhirnya, ketika waktunya tiba, semua terasa seperti jawaban dari panggilan yang sudah lama disiapkan oleh Allah SWT.

Kami sekeluarga tentu berharap dan mendoakan agar seluruh jamaah calon haji asal Sidomulyo diberikan kesehatan, kelancaran, kemudahan, serta menjadi haji yang mabrur dan mabruroh.

Untuk Mbah Jumilah, semoga seluruh rangkaian ibadah diberikan kekuatan dan keberkahan, serta dapat kembali ke tanah air dengan sehat dan membawa cerita-cerita baik dari Tanah Suci.

Di tengah haru pelepasan hari itu, saya merasa bahwa setiap keberangkatan haji selalu membawa pesan tentang kesabaran, penantian, dan keyakinan bahwa panggilan Allah SWT akan datang pada waktu terbaik menurut-Nya.

#As'ad Fauzuddin Khunaifi


Ruang Dialog

Komentar